DEPOK, INDONESIABERSATU.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seiring dengan masuknya 43,8% wilayah Indonesia ke musim hujan. Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hari ini.
Dalam apel tersebut, Kapolri menegaskan komitmen Polri sebagai garda terdepan yang siap memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah potensi bencana.
Jenderal Sigit menyoroti pentingnya sinergi dan kesiapan dini. “Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat. Selain itu, apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespon keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan Sarpras guna memitigasi potensi bencana yang dapat terjadi dan meminimalisir kerugian,” ujar Kapolri.
Guna memastikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan cepat di lokasi terdampak, Polri menyiagakan sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) vital, meliputi:
- 125 unit Dapur Lapangan: Siap menyediakan makanan siap saji untuk pengungsi.
- 77 unit Water Treatment dan 23 unit Watergen: Alat pengolah air canggih yang vital untuk menjamin ketersediaan air bersih di area bencana.
Kesiapan Polri ini menyambut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa puncak musim hujan di Indonesia diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026.
Lebih lanjut, fenomena La Nina lemah juga diprediksi mulai muncul bulan ini dan akan berlangsung hingga Februari 2026. Kombinasi faktor-faktor ini berpotensi besar meningkatkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah, yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Dengan apel kesiapan dan gelar sarpras ini, Polri berharap seluruh personel di daerah siap bergerak cepat dan sinergis bersama BNPB, TNI, dan seluruh unsur kebencanaan lainnya untuk menyelamatkan dan membantu masyarakat yang terdampak.
(Red)













